Kenny Edmonds: I was born in Love

March 10, 2010

Hadir di Java Jazz Festival 2010, menyaksikan Kenny “Babyface” Edmonds adalah penyimpangan jenis musik bagi saya. Bukan karena alirannya yang tidak saya suka, namun ini bukan genre yang saya pilih. Ternyata, that was a good show to be seen. Totally entertaining!

Menghibur! Adalah sebuah kata yang berhak disandang Babyface pada Java Jazz Festival 2010 lalu. Banyak (baca: 21) pilihan panggung di Java Jazz Festival tahun ini, namun entah mengapa, Babyface adalah penampilan paling aman yang tersimpan dalam memori saya. Caranya menyapa, hangatnya suaranya, damainya ambiencenya, membungkam apapun komentar orang terhadap festival paling melelahkan dekade ini.

Kalau anda bukan penggemar berat Babyface, jelas anda akan kecewa. Nyaris hits besarnya tidak dibawakan dalam konsernya. Never Keeping Secret, Fire and Rain terdengar begitu langka di telinga kami. Tapi tenang, Everytime I close my eyes berhasil menyelamatkan malam itu. Hall A1 Java Jazz tidak lagi malu untuk bernyani. He saved the night to get people sung along.

Malam itu, saya merasa dekat dengannya. Kenny banyak bercerita tentang kisah cintanya, termasuk ketika dia jatuh cinta dengan guru SDnya di kelas 5. Dia juga bercerita tentang kecintaannya dengan Michael Jackson. He sang Gone to Soon, well-pitched. Dua single Eric Clapton; Wonderful tonight dan Change the World juga membuktikan seberapa baik skill bermain gitarnya! Knocked you out.

We’re going to miss you, Sir! One of the best.


teraBy: Tiara Sugiyono
- Geeks Bible Guest Contributor.
- City tripper and blogger.

Catch her on: Facebook | Twitter