Transformasi merupakan kata kunci. Bersama sejak di bangku SMA membuat Backalley kini mantap dengan genre pilihannya. Kabar baiknya, mereka akan segera menepati janji, yaitu memenuhi jurnal literasi musik terbaik kamu. Percayalah, mereka adalah the next big thing, yang albumnya layak untuk dinanti.
Sebagai orang yang paling beruntung, kami berhasil menemui Backalley di tengah-tengah kesibukan merampungkan album terbarunya. Dan ini dia hasil obrolan singkat kami. Cepat. Secepat anda akan jatuh cinta terhadap band ini.

Hello Backalley, Apakabar?
Hallo, Backalley baik-baik saja, dan kami sangat exited untuk merilis album baru!
Nice! Seperti apa konsep dan hasil akhir album perdana Backalley?
Konsep album kami jika dilihat dari segi musiknya, kita mencoba menggabungkan musik electro dengan rock. Di album kami akan banyak sekali terdengar suara sequencer dan synthesizer, tapi kita tidak menghilang kan unsur ”band” pada band kita. Kita tetep menggunakan suara drum acoustic dan distorsi, dan mungkin kadang terdengar suara-suara rhodes di beberapa lagu.
Backalley sempat hadir dalam nuansa melodic, namun sekarang hadir dengan electro. Mengapa?
Dhydha: Musik itu harus berkembang dan bertransformasi menjadi lebih baik, tapi tetap harus ada garis merahnya. Itu adalah alasan kami untuk berubah, yaitu menjadi lebih baik melalui cara kami. Motivasinya sederhana, yaitu agar Backalley dapat diterima dan menjadi suatu musik yang segar dari yang pernah ada.
Adhe: Sebenarnya bukan melodic aja. Main lagu metal dan ska juga pernah. Kalo menurut saya Backalley baru kebentuk di album Somewhere Someone ini. Yang dulu itu kita masih main–main saja belum ada tujuannya mau kemana, maka dari itu motivasi kita sekarang adalah lebih serius bermusik, dan fokus di genre sekarang.
Dalam bermusik, mana yang lebih penting, kepuasan personal band atau kepuasan pendengar Backalley?
Di album backalley, kami mencoba membuat keduanya berjalan harmonis. Dengan musik electro mungkin yang masih asing di telinga pendengar Indonesia, kita mencoba membuat lirik yang ear catching sehingga gampang di terima oleh pendengar kita. Dengan kata lain kita juga tetep memikirkan kepuasaan pendengar!
Jika memang harus berkolaborasi dengan solois pria major di Indonesia, siapa yang akan kalian pilih?
Ada beberapa nama. Pertama, Ipank, karena kami suka karakter vocalnya. Kedua, Girink Nidji, karena aksi panggungnya. Terakhir, Ariel Peterpan, agar ketularan aura gantengnya. Hahaha. :p
Apa target Backalley dalam jangka pendek dan panjang?
Target setahun kedepan: album perdana Somewhere Someone dapat diterima di masyarakat luas, dan semua menikmati musik kami. Sedangkan target jangka panjang: kami ingin setara sukses seperti The Killers atau Coldplay. AMIN!! Hehehe. :p
Ada yang ingin diberikan ucapan terimakasih mungkin?
Dhydha: Allah SWT, orang tua kami, “I am Backs,” OZ Club Jakarta, OZ Radio Jakarta, dan semua band-band indie yang lainnya.
Adhe: Terima kasih kepada geeksbible.com pastinya yg udah ngasi kesempatan kita disini. Dan semua yang baca dan membeli cd kita nantinya terima kasih banyak! Support our local music industry.
Catch Backalley Online: Myspace, Facebook, Twitter, Vimeo
By: The Contributors
Photo: Backalley















