It’s time to madness, itulah sekiranya nama acara yang diambil oleh MU Cafe untuk menampilkan beberapa musisi-musisi lokal baru dengan talenta tinggi. Sebagai pemanasan, Little Space Donkey DJ Set memainkan Pulp, Blur, New Order, dan Morrissey kepada penonton. Diujung meja bar, nampak Soleh Solihun sedang berbincang-bincang dengan koleganya. Di sudut lain, ada pula Arian 13 dari Seringai yang juga ikut meramaikan lantai gig ini.
Ya, tepat pukul 7 malam acara dimulai dengan penampilan adik dari vokalis The Brandals, Luky Annash. Ia menyanyikan beberapa buah lagu yang kalau dilihat secara kasat mata, sangat jauh dari kesan rock N roll seperti sang kakak. Nah, buat yang suka wanita cantik, seperti Rebecca Theodora? Acara ini pun turut mengundang BITE yang sukses memberikan gigitan-gigitan manis dari beberapa lagu mereka.
Setelah menyaksikan kemolekkan dari tarian-tarian kecil Rebecca, Sir Dandy pun tidak mau kalah menunjukkan performa ‘nyelenehnya.’ Penonton positif terhibur lewat permainan musiknya yang terkesan sangat minimalis. Cukup bermodalkan gitar dan lirik sederhana yang terdengar mendongeng ini, sir Dandy tampil memukau. Apalagi, dia juga mengajak Farri The S.I.G.I.T untuk berkolaborasi bersama di atas pentas.
Tidak hanya itu, proyek sampingan dari seorang Jimi Danger a.k.a Jimi Multhazam dari The Upstairs, yaitu Morfem juga ikut menggemparkan acara ini. Penonton mungkin tidak disuguhkan musik-musik disko ala The Upstairs lagi, karena kini Jimi mencoba memainkan musik yang melenceng dari biasanya. Morfem adalah salah satu contoh alter-ego dari Jimi yang dibantu oleh keempat rekannya. Gadis Suku Pedalaman menjadi lagu pamungkas malam itu, sesekali Jimi meminta penonton untuk bernyanyi bersama, terlihat sangat komunikatif, layaknya Jimi yang sedang berwacana.
Hiburan tidak henti-hentinya bermunculan, namun kali ini datang dari Monkey 2 Millionaire. Merah dan Replika menjadi lagu andalan mereka, disajikan dengan sedikit tambahan unsur-unsur noise pada setiap ending lagunya. Iga Massardi dan teman-teman dari The Trees And The Wild pun menunjukkan ketertarikannya untuk menonton dan menghentak-hentakkan kaki saat penampilan M2M itu. Hebat dan klimaks.
Semakin malam, semakin menggemuruhlah cafe yang terletak di lantai 2 gedung tertua di Jakarta ini. Jam 11.00 tepat, The Trees And The Wild, band lokal Ibukota yang pamornya bisa disamaratakan dengan band-band besar Indonesia saat ini, telah memberikan nuansa baru yang mampu menyedot kekaguman penonton akan skill bermusik mereka. Rapih, indah, dan menyejukkan, itulah 3 kata yang bisa mewakili permainan musik dari Andra, Remedy, Iga, dan additional player lainnya. Berlin, Malino, hingga Irish Girl dikemas dalam bentuk full band set dengan tambahan beberapa perkusi sebagai pemanisnya. Seperti biasa, penonton juga terhipnotis dengan suara serak nan merdu dari Remedy Waloni yang cukup mampu menghentikan detak jantung kita seketika. Sedikit menganalogikan dengan jamuan makan malam, mungkin mereka adalah menu penutup yang menyempurnakan keseluruhan acara.
Perfectly and Truly Madness!!
By: Rezzy Nizawati Rachmansyah
- Geeks Bible Guest Contributor.
- Announcer of 101.4 Trax FM Jakarta.
- Fans of Indie Scene.
Catch her on: Trax On Sky | Facebook | Twitter











