Terserah mana angle yang paling tepat untuk melihat event Jazz yang kabarnya terbesar di benua ini. Bisa dilihat dari angle positif, maupun dilihat dari angle negatif. Agar terlihat lebih arif, maka, mari kita bahas dari dua sudut pandang yang berbeda. Satu yang pasti, Java Jazz Festival 2010 terlalu megah untuk penonton yang masih berusia 15 tahun. Mengapa? Karena update status “Lagi nonton John Legend nih” pasti gagal disana. Jangan harap update status twitter bisa terjadi di event ini, bahkan sekedar menelpon pacar yang terlalu lama di toilet karena harus mengantri saja butuh usaha luar biasa. Bencana!
Itu adalah sedikit pahitnya. Jika dibahas semua pahitnya, positioning Geeks Bible sebagai “Jurnalisme Singkat” ini akan melenceng saking banyaknya kisah pahit kami, seperti: mengantri, mencari parkir, keluar dari venue, echo sound system yang mengganggu, toilet yang mengantri, dan lain-lain.
Kabar baiknya? Event ini MASIVE! Venuenya luar biasa besar dengan stage melimpah dan performa artis-artis yang luar biasa. Line-up artis ditata dengan rapih. Keadilan bagi penonton berbudget kecilpun diberikan, dengan hadirnya beberapa buah LCD yang menyiarkan LIVE aksi John Legend dan kawan-kawan. Pilihan tenant makanan juga sangat beragam dan hargapun masuk akal. Intinya, kerja panitia mempersiapkan festival ini SANGAT LUAR BIASA!
Walaupun sedikit kecewa, tapi kami bangga. Java Jazz Festival 2010 telah membawa event ini satu level diatasnya. We are proudly to say, “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia!” Ternyata, negara dunia ketiga bisa juga menghadirkan festival musik layaknya kami terlahir tanpa masalah.




By: Kautsar Ikrami
Photo: Antara Foto











