Sepekan yang lalu, kami hadir di launching EP album mereka. Band inipun kini hadir di nyaris semua flyers yang kami temukan. Dari gigs kecil di kafe sederhana, hingga Traxkustik di HardRock Cafe-pun mencantumkan namanya! Mari kita berkenalan dan mengenal lebih dekat, karena Adha dan Fajar dari DELAY MONDAY sengaja kami temui untuk berbagi cerita dengan anda.
1. Halo Delay Monday! Sedang sibuk apa sekarang?
Halo, kita lagi sibuk promo EP kita yang baru keluar awal April ini, sambil menyiapkan materi untuk full-album yang rencananya juga bakal di rilis tahun ini. Sama sibuk manggung sih (Gaya sok-eksis. Hehehe). Kalau ada yang berminat kita siap sedia segera manggung loh!
2. Ceritakin dong konsep EP album kalian!
Secara produksi, EP ini memakan waktu selama 2 tahun, karena perlu waktu bagi kami untuk bisa ketemu sama formulasi yang pas dalam proses pembuatan lagu dan rekaman, karena banyaknya influence yang dimiliki oleh masing-masing personel band.
Tema lagu sih agak beragam, tapi tetap di dominasi oleh tema hubungan interpersonal antar sesama individu. Kita juga punya lagu yang agak ‘dark’ yang berjudul 2012 yang liriknya menceritakan tentang kiamat yang akan terjadi tahun 2012 yang sebenarnya disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia.
3. Bagi kalian, musik Delay Monday digambarkan seperti apa?
Musik kami bisa dikatakan: Indie pop, Alternative new-waves, Alternative pop. As you wish to called it sih. Hehehe.
4. Kalian terpengaruh dengan band-band tahun 80′an. siapa saja?
Kami banyak terpengaruh oleh band-band British tahun 80′an seperti Joy Divison, New Order, dan The Cure.
5. Lima orang dalam satu band. Siapa pemimpinnya disini?
Sebenarnya setiap personil band mempunyai posisi yang sejajar, karena kami tidak memberlakukan sistem kepemipinan seperti DEWA 19 dengan Dhani-nya. Namun memang ada beberapa diantara kami yang terlibat lebih banyak dalam berbagai macam proses yang dilalui oleh band ini. Biasanya saya dan Ardha cukup dominan, namun kami tidak memposisikan diri kami sebagai pemimpin, kami hanya suka untuk terlibat lebih banyak.
6. Darimana kalian mendapat nama Delay Monday?
Nama itu kita dapat setelah melalui proses brainstorming yang cukup panjang dengan seluruh personel band. Buat saya pribadi, memilih nama band itu lebih sulit daripada membuat lagu, maka kami memulai proses pencarian nama tersebut dari hal yang paling dekat dengan kami.
Musik kami, terutama pada gitar yang dimainkan Alfie banyak mengandung unsur ‘delay‘ di dalamnya. Lalu kami yang saat itu mayoritas merupakan mahasiswa tingkat akhir, memutuskan untuk memasukkan kata ‘Monday‘ karena terkadang berat untuk kami untuk kemali memulai aktivitas di hari Senin, dimana kami harus kembali memikirkan permasalahan skripsi, dan lain-lain. Delay Monday juga mempunyai rima yang enak jika diucapkan, dan cara pengucapannya pun tidak terlalu sulit. Kami berharap musik kami dapat membuat anda merasa bersemangat di hari Senin seperti anda semangat dalam menjalani weekend anda.
7. Musik kalian bercerita seputar masalah-masalah sosial, dan pada tanggal 21 April nanti adalah Hari Kartini. Bagaimana kalian melihat masalah kekerasan yang menimpa banyak TKW kita di luar negeri?
Menurut kami masalah seputar kekerasan terhadap buruh migran, khususnya perempuan, masih sangat memprihatinkan. Sebagai pahlawan devisa negeri ini, negara belum memberikan perlindungan yang maksimal terhadap mereka. Hal ini dapat dilihat dari penanganan terhadap kasus yang terjadi masih sangat buruk dan tidak menyentuh akar permasalahan, yaitu UU yang belum memberikan proteksi yang menyeluruh, lembaga pelaksana (PJTKI) yang kurang profesional, dan pembekalan terhadap SDM (buruh migran) yang seadanya.
Keadaan semakin buruk karena Indonesia tidak memiliki posisi tawar yang kuat terhadap negara-negara tujuan buruh migran. Kami memiliki satu lagu unreleased berjudul ‘Stigma’ yang merepresentasikan perasaan para kaum marjinal, dalam hal ini.
Catch DELAY MONDAY Online: Myspace, Facebook, Twitter
By: Ekki P. Soekarno.
Photos: Berbagai sumber.














