Berawal dari sebuah judul lagu yang menurut saya terdengar aneh, saya memutuskan untuk menelusuri siapakah pemilik lagu tersebut. Bak detektif Mulder, saya berjibaku menemukan pelantun lagu “Moksa” tersebut. Tak sia-sia, karena akhirnya ditemukan seorang bernama Aditya Naratama atau akrab disapa Ndit, yang mengklaim bahwa ia yang menyanyikan lagu tersebut bersama bandnya, KarnaTra.
1. Halo KarnaTra! Apa kabar? Sedang sibuk apa sekarang?
Halo Geeksbible! Kami baik! Sebenarnya kami mah nggak pernah sibuk, kebanyakan santainya! Haha! Manggung nggak terlalu padat, album masih nunggu pencerahan, nah, yang akan datang mungkin akan bikin video clip ‘Moksa’, doakan saja.
2. Oke, ceritakan pada kami tentang bagaimana awal terbentuknya KarnaTra?
Dulu, Puguh (guitar) yang biasa main rock n’roll, bikin proyek band cover 311, dipungutlah pula si Ndit. Waktu berlalu, mereka bosan main 311, bosan pula memainkan lagu orang, jadilah kita belajar bikin lagu sendiri. Lagu-lagu yang jadi asal keluar aja, dan jauh sekali dari aroma 311.
Oh! Dulu kita sempat pakai nama Alter Ego, tapi coba search istilah itu di Google, jreeeng! Udah banyak yang pake, lalu Ndit mengusulkan nama KarnaTra. Nah, setelah proses jatuh-bangun membuat formasi kami ompong, datanglah Rachim (bass), dan Brian (drum), dari situ kami akhirnya menemukan bentuk/warna musik yang paling pas.
3. Selidik punya selidik, banyak band yang menjadi inspirasi kalian dalam bermusik. Itukah sebabnya musik kalian terlihat sangat berwarna? Ada yang mellow banget macam “Heroin,” tapi ada juga yang rock macam “the Riffle.”
Sangat berwarna atau malah.. Terdengar nggak tau maunya apa? Hahaha! Ya, masalahnya lagu malah nggak pernah jadi kalo sejak awal kita konsepin dengan jelas, yang pasti dalam proses penciptaan, masing-masing dari kita bakal berangkat dari 2 keyword; ‘Rock’ & ‘Brit’ sebagai pemberi benang merah, yah, kalo nyeleweng-nyeleweng dikit mah, anggap saja ketidaksengajaan. Pokoknya rock n’rawl wae lah!
4. Hal apa saja yang menginspirasi kalian dalam membuat lagu?
Pertanyaan yang menyenangkan! Kalo Puguh dan Brian, mereka lebih dipengaruhi oleh musik-musik yang mereka sukai, entah yang sejak lama atau baru-baru ini, sedangkan Rachim dan Ndit lebih dipengaruhi suasana hati. Justru dari tumbukan itu hasilnya nggak pernah sama dengan yang terbayang sebelumnya. Di situ menyenangkannya.
Dari segi lirik, inspirasinya bisa datang dari pengalaman pribadi, imajinasi belaka, atau concern/keprihatinan gua akan suatu hal. ‘Heroin’ itu lahir dari rekaan tentang perasaan jatuh cinta (yang masalahnya, saat itu gua lupa rasanya seperti apa), syair ‘The Riffle’ lahir dari concern gua soal (percaya atau tidak) semangat wirausaha, suatu tribute buat orang-orang bersemangat mandiri semisal Geeksbible ini! Yang mendasarkan karyanya pada apa yang mereka percaya dan cintai.
5. Kami penasaran sama lagu “Moksa”. Namanya agak aneh soalnya. Bercerita tentang apa lagu ini?
Wuah! Lagi-lagi pertanyaan menyenangkan! Ya, Moksa itu adalah istilah dalam agama Hindu, dia sederajat dengan istilah Surga atau Nirwana, suatu bentuk pencapaian spiritual tertinggi; ‘meninggalkan dunia dan naik ke langit lalu menyatu dengan keillahian’.
Tapi isi lagu Moksa nggak seberat itu, yang dipinjam dari makna ‘Moksa’ adalah cerita tentang ‘perpindahan atau transisi-nya’, bahwa jika kita tidak diterima dalam suatu tempat/keadaan, maka kita bisa pergi dari tempat itu, ke tempat yag lebih baik, ke tempat di mana kita akan merasa diterima. “Dan tak kan lagi ditemukan..”
6. Kita berangan-angan sedikit. Jika Karnatra harus berkolaborasi dengan seorang musisi, siapakah yang akan dipilih? Dan tempat mana yang kalian pilih untuk manggungnya?
Liar banget! Pasti jawabannya beda-beda nih! Kalo Brian pengen sama YeahYeahYeahs manggung di Glastonbury, si Puguh pasti pengen sama Mew, Rachim pasti kepengen sama Radiohead atau almarhum Jeff Buckley, kalo gua pengen sama Iwan Fals, tapi manggungnya di Iceland! Hahaha!
7. Dalam bermusik, mana yang lebih penting, kepuasan personal band atau kepuasan pendengar Karnatra?
Terus terang, entah gimana pendapat yang pernah dengar musik kita, tapi kita itu berusaha untuk bikin lagu se-pop mungkin, namun, yang lebih penting memang kepuasan personal di atas yang lainnya. Buat kita, kejujuran adalah segalanya, kalo kita jujur, yakin, yang keluar pasti asoy! (Paling nggak buat kitanya sendiri dulu, heheh..)
8. Terimakasih, Karnatra! Sekarang silahkan kalian memberikan greetings kepada siapapun yang kalian suka!
Special greetings untuk seluruh oknum Geeksbible! You’re all doing such a good work! And as I always say to my friends right before we rock; Blow some storm lads! Namaste!
Facebook: KarnaTra Musik
Myspace: http://www.myspace.com/wearekarnatra
Twitter: http://twitter.com/KarnaTra
Text: Ekki P. Soekarno

















